Sabtu, 14 Maret 2009

Cegah Stroke, Kelainan Pembuluh Darah di Otak Bisa Diperbaiki

Sabtu, 13 Desember, 2003 oleh: Siswono
Cegah Stroke, Kelainan Pembuluh Darah di Otak Bisa Diperbaiki
Gizi.net - Selain kematian, serangan stroke juga mengakibatkan kecacatan permanen. Namun demikian, kelainan pada pembuluh darah di otak itu dapat dicegah, minimal diperbaiki.

Spesialis saraf dr Yusak Mangara Tua Siahaan mengatakan hal itu pada Seminar Hidup Tetap Berkualitas Bersama Stroke, di RS Siloam Gleneagles Karawaci, di Tangerang, Sabtu (6/12). Seminar tersebut sekaligus menandai diresmikannya Stroke Center maupun pembentukan Stroke Club di RS tersebut.

Menurut Yusak, stroke menjadi penyebab kematian ketiga menyusul penyakit jantung dan kanker di negara-negara industri. Selain itu, stroke juga memicu kecacatan utama.

Lebih lanjut, Yusak mengutip data pada 1995 yang menunjukkan kematian pasien stroke yang dirawat inap di RS menempati urutan teratas berkisar 12,5%. Angka tersebut meningkat 2,5 kali lipat dibanding tahun 80-an.

Hasil studi epidemiologi, lanjutnya, juga melaporkan bahwa stroke naik secara eksponensial dengan bertambahnya usia. ''Ada tambahan 100 kali lipat pada mereka yang berumur 80-90 tahun dibandingkan dengan usia 30-40 tahun,'' ujar Yusak.

Ketua Stroke Center RS Siloam Gleneagles Karawaci ini mengungkapkan, angka kejadian serangan stroke juga lebih banyak menimpa pria daripada kaum wanita sebelum umur 65 tahun.

Sementara spesialis saraf lainnya, dr Girianto Tjakrawerdaya melihat, pembuluh darah pada stroke bisa berupa sumbatan maupun pecah, dan biasanya terjadi di daerah tikungan atau percabangan.

Menurut dia, gangguan itu diakibatkan oleh kebiasaan hidup sehari-hari yang kurang baik. Dicontohkan, makan berlebihan sampai menjadi gemuk, atau kandungan lemaknya dalam makanan terlalu tinggi, merokok, maupun mengonsumsi alkohol.

Gejala yang muncul, ucapnya, mungkin berupa kelumpuhan separuh badan, kesulitan berbicara maupun menelan, telinga berdenging, lupa mengenal dirinya atau orang lain, tangan serta kaki lemah, kesemutan, kejang, bahkan sampai tidak sadarkan diri.

Apabila kita mengetahui tanda-tanda tersebut, Girianto menganjurkan penderita harus memperoleh penanganan secepatnya dari dokter agar sel otak yang rusak tidak menjadi semakin parah.

''Jadi, upayakan pasien dapat tiba di RS terdekat dalam waktu kurang dari tiga jam,'' kata dia seraya beralasan, lamanya penantian membuka peluang besar pada terjadinya kecacatan.

Sedangkan spesialis rehabilitasi medik dr Megah Imeyati Senduk mengatakan, pentingnya rehabilitasi medik bagi sebagian besar pengidap stroke sebagai bagian dari penyembuhan penyakitnya.(Rse/V-4)


Sumber: http://www.mediaindo.co.id/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar